DOKTRIN TNI ANGKATAN LAUT JALESVEVA JAYAMAHE

 
 
Doktrin militer merupakan suatu ajaran yang bersifat mendasar dan diyakini kebenarannya, berdasarkan hasil pemikiran terbaik yang mengalir dari pandangan hidup bangsa, serta dikembangkan secara dinamis berdasarkan pengalaman dan teori. Doktrin diajarkan dan digunakan sebagai panduan, pegangan, dan pedoman untuk bertindak dalam mencapai tujuan. Doktrin bukan dogma yang tidak bisa diubah. Doktrin dapat berubah sesuai dengan perkembangan lingkungan strategis. Doktrin juga bukan strategi militer, melainkan penghubung antara strategi militer dengan taktik, teknik, dan prosedur. Strategi militer tidak dapat langsung diimplementasikan karena masih bersifat umum dan konsepsional. Sebaliknya, taktik, teknik dan prosedur yang ada tidak dapat dilaksanakan secara benar, apabila tidak ada doktrin yang mengarahkan penggunaannya untuk mencapai keberhasilan strategi.

Doktrin pada hakikatnya diperlukan pada setiap strata perang (levels of war) yaitu doktrin untuk strata strategis, operasional dan taktis (stratifikasi doktrin). Doktrin pada strata strategis bersifat mengikat, filosofis dan berisi prinsip-prinsip dasar namun dinamis mengikuti perubahan. Doktrin pada strata operasional dan taktis bersifat mengikat, tetapi memerlukan proses pengambilan keputusan (judgement) dalam aplikasinya.
 
Nama doktrin TNI AL “Jalesveva Jayamahe” berasal dari bahasa Sansekerta yang secara harfiah tertulis “Jalesveva Jayâmahe”. Jalesveva terdiri dari tiga bagian yaitu jalesu, eva, jayâmahe. Jalesu = Jala = Air/Laut = Di Laut (menunjukan tempat). Jalesu berasal dari akar kata jala yang berarti air/laut (kata jala mendapat kasus nominatif, pluralis, netrum menjadi jalesu). Jalesu dibubuhi garis pendek di bawah huruf S atau S cerebral dengan maksud membedakan huruf S dengan huruf lain yang akan membawa pengertian lain.
 
Eva = Justru = Bahkan = Tanpa Kecuali. Iva adalah kata sambung (konjungsi) yang berarti “bahkan”. Jayâmahe = Ji (Akar Kata) = Menang = Jayamahe (perubahan bentuk bagi orang pertama jamak) = Kami Menang. Jadi secara keseluruhan berarti: “Justru di Lautan Kita Menang” atau “Kejayaan Kita Ada di Laut”.

Dengan demikian hakikat Doktrin Jalesveva Jayamahe adalah suatu pedoman untuk menuju TNI AL yang jaya atau menang di lautan. Adapun jiwa dan semangat doktrin TNI AL Eka Sasana Jayayang lalu tetap digunakan, sebagai landasan perjuangan TNI AL dimasa sekarang, maupun masa yang akan datang.
 
Sebagai bagian dari TNI, maka Doktrin TNI AL “Jalesveva Jayamahe” berkedudukan di bawah Doktrin TNI “Tri Dharma Eka Karma” (Tridek), dan berada pada strata strategis yang menjadi pedoman tertinggi dalam penyusunan doktrin TNI AL di bawahnya, yaitu doktrin-doktrin pada strata operasional dan taktis. Doktrin TNI “Tri Dharma Eka Karma” merupakan doktrin penggunaan kekuatan TNI, sedangkan Doktrin Jalesveva Jayamahe adalah doktrin pembinaan kekuatan TNI AL.

Doktrin TNI AL “Jalesveva Jayamahe” diilhami oleh kejayaan bangsa Indonesia sebagai bangsa bahari. Hal ini yang mendasari jati diri dan kebanggan prajurit laut sebagai komponen utama pertahanan dan keamanan di laut. Begitu pula dengan sikap TNI AL dalam menyikapi lingkungan laut NKRI sesuai dengan perkembangan lingkungan strategis. Tujuan utamanya adalah agar kepentingan nasional di laut dapat terjaga dan terlindungi. Oleh karena itu TNI AL senantiasa melaksanakan pembinaan kekuatan yang terwujud dalam postur TNI AL yang meliputi kekuatan, kemampuan, dan gelar, untuk siap operasional. Postur yang terbentuk selanjutnya dapat digunakan dalam pelaksanaan OMP dan OMSP, tugas Diplomasi AL, serta tugas operasi lainnya, untuk menghadapi ancaman dan gangguan terhadap kedaulatan negara, keutuhan wilayah, serta keselamatan bangsa, maupun menciptakan keamanan di laut.
 
Sebagai ajaran yang bersifat bukan dogma, atau ajaran yang bersifat kaku, maka Doktrin “Jalesveva Jayamahe” perlu ditinjau kembali setiap lima tahun. Bila dipandang perlu, dapat dilaksanakan perbaikan dan penyesuaian dengan memperhatikan perkembangan lingkungan strategis, baik global, regional, maupun nasional.
 
Doktrin “Jalesveva Jayamahe” bersifat strategis, oleh karena itu untuk dapat dioperasionalkan perlu dijabarkan ke dalam Doktrindoktrin dan Petunjuk-petunjuk turunan, baik pada level operasional maupun taktis. Pengaturan tersebut akan dijabarkan lebih terinci di Petunjuk Dasar TNI AL. Dengan demikian, ajaran, semangat, dan nilai-nilai yang ada dalam Doktrin “Jalesveva Jayamahe” dapat dimplementasikan di lapangan, sehingga akan terwujud JUSTRU DI LAUTAN KITA MENANG.
 
Sumber:
KEPUTUSAN PANGLIMA TENTARA NASIONAL INDONESIA Nomor Kep/503/V/2018 tentang DOKTRIN TNI ANGKATAN LAUT JALESVEVA JAYAMAHE

 


MABES TNI   TNI AL   TNI AU   TNI AD

Copyright © Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut

Komplek Militer Cilangkap, Cilangkap, Cipayung, Kota Jakarta Timur
Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13870

Kontak Kami:
Email. dispenal@tnial.mil.id
Telp. (021) 8723319
Fax. (021) 8710628