SEJARAH SINGKAT PERISTIWA-PERISTIWA PERTEMPURAN LAUT
 
HARI DHARMA SAMUDERA PADA HAKEKATNYA  MERUPAKAN WUJUD PENGHORMATAN KEPADA PARA PAHLAWAN, PEJUANG DAN TOKOH TNI ANGKATAN LAUT YANG TELAH MENDARMABAKTIKAN SELURUH JIWA RAGANYA UNTUK KEJAYAAN BANGSA DAN NEGARA DALAM BERBAGAI PERISTIWA PERTEMPURAN LAUT YANG TERJADI SEJAK NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA DIPROKLAMASIKAN. PERISTIWA-PERISTIWA PERTEMPURAN LAUT YANG SANGAT HEROIK DI ANTARANYA SEBAGAI BERIKUT.

PADA TANGGAL 4 APRIL 1946 DI SELAT BALI, PERAHU-PERAHU YANG MEMBAWA PASUKAN EKSPEDISI LINTAS LAUT BALI PIMPINAN KAPTEN LAUT MARKADI TERLIBAT KONTAK SENJATA DENGAN DUA  LANDING CRAFT MECHANIZED ATAU  LCM BELANDA. DUA UNSUR PATROLI BELANDA TERSEBUT BERHASIL DITENGGELAMKAN. PASUKAN MARKADI BERHASIL MENDARAT DENGAN SELAMAT, DAN TURUT MEMPERKUAT KESATUAN TNI SERTA MENJADI PERINTIS KESATUAN ALRI DI PULAU BALI.

PADA TANGGAL 5 JANUARI 1947 DI TELUK CIREBON, KAPAL RI GAJAH MADA YANG SEDANG MELAKSANAKAN LATIHAN GABUNGAN DENGAN PASUKAN ANGKATAN DARAT TERLIBAT KONTAK DENGAN KORVET DAN KAPAL PERUSAK ANGKATAN LAUT BELANDA. SETELAH BERHASIL MENGUSIR KORVET HR. MS. MOROTAI DARI PERAIRAN CIREBON, RI GAJAH MADA HARUS BERTEMPUR MENGHADAPI KAPAL PERUSAK HR, MS KORTENAER YANG MEMAKSA MEMASUKI WILAYAH PERAIRAN REPUBLIK INDONESIA. DALAM PERTEMPURAN YANG TIDAK SEIMBANG ITU RI GAJAH MADA TENGGELAM DAN LETNAN SAMADIKUN GUGUR SEBAGAI PAHLAWAN SAMUDERA.

PADA TANGGAL 13 APRIL 1947 DI PERAIRAN PULAU SAPUDI, PERAHU LAYAR DERMAWAN PIMPINAN KAPTEN HARJANTO YANG MENJALANKAN EKSPEDISI LINTAS LAUT ALRI KE SULAWESI SELATAN BERTEMPUR MENGHADAPI DUA KAPAL PERANG BELANDA. KAPAL PATROLI BELANDA RP 107 DAPAT DIPUKUL MUNDUR, NAMUN SERANGAN MITRALIYUR KORVET HR.MS. BACAN MENGHENTIKAN PERLAWANAN PERAHU ALRI ITU. KAPTEN HARJANTO DAN LIMA PRAJURIT ALRI GUGUR DALAM PERISTIWA PERTEMPURAN ITU.

PADA TANGGAL 12 MEI 1947 DI TELUK SIBOLGA, PASUKAN PERTAHANAN PANTAI ALRI PANGKALAN SIBOLGA TERLIBAT PERTEMPURAN DENGAN KAPAL PERUSAK BELANDA HR.MS. BANCKERT YANG MELANGGAR KEDAULATAN PERAIRAN RI. SETELAH BERTEMPUR SELAMA ENAM JAM, KAPAL PERUSAK MUSUH ITU DIPAKSA MENINGGALKAN TELUK SIBOLGA.

PADA TANGGAL 28 APRIL 1958 DI PELABUHAN BALIKPAPAN, KORVET RI HANG TUAH  YANG AKAN DITARIK DARI PENUGASAN OPERASI MENUMPAS PEMBERONTAKAN PERMESTA KARENA KERUSAKAN MESIN, DISERANG OLEH PESAWAT PEMBOM B-26 PERMESTA. KORVET PERTAMA ITU BERUSAHA MENGHALAU PESAWAT TERSEBUT DENGAN SENAPAN MESIN KAPAL. KARENA TIDAK DAPAT BERMANUVER DI ALUR PELABUHAN, KAPAL TIDAK DAPAT MENGHINDAR DARI SERANGAN BOM YANG MENGHANTAM BADAN KAPAL DAN MELEDAKKAN GUDANG AMUNISI. RI HANG TUAH TERBAKAR DAN TENGGELAM DALAM SERANGAN ITU.

PADA TANGGAL 18 MEI 1958, DALAM PERJALANAN MENUJU PERTAHANAN PEMBERONTAK PERMESTA DI MOROTAI, KAPAL-KAPAL ALRI YANG TERGABUNG DALAM AMPHIBIOUS TASK GROUP-21 ATAU ATG-21 PIMPINAN LETKOL KKO HUNHOLZ TERLIBAT PERTEMPURAN LAUT UDARA DENGAN PESAWAT B-26 PERMESTA DI PERAIRAN AMBON.  SERANGAN BOM PESAWAT MUSUH ITU DIBALAS DENGAN TEMBAKAN MERIAM DAN MITRALIYUR  ANTI SERANGAN UDARA YANG TERPASANG DI SEMUA KAPAL PERANG. PESAWAT PEMBOM MUSUH  DAPAT DITEMBAK JATUH DAN HASIL PERTEMPURAN LAUT-UDARA ITU MENGAKHIRI DOMINASI PERMESTA DI WILAYAH UDARA TIMUR INDONESIA.

PADA TANGGAL 15 JANUARI 1962 DI LAUT ARU, TIGA MOTOR TORPEDO BOAT ATAU MTB YANG SEDANG MENGEMBAN MISI INFILTRASI MENDARATKAN PASUKAN KHUSUS DI PAPUA, TERLIBAT PERTEMPURAN LAUT MELAWAN SATUAN TEMPUR LAUT BELANDA YANG TERDIRI DARI DUA KAPAL PERUSAK HR.MS. EVERTSEN DAN HR.MS UTRECHT, SEBUAH FREGAT HR.MS. EVERTSEN, PESAWAT PATROLI MARITIM NEPTUNE SERTA PESAWAT TEMPUR FIREFLY. SESUAI RENCANA OPERASI, RI HARIMAU DAN RI MATJAN KUMBANG BERBALIK ARAH BILA KEHADIRAN MEREKA DIKETAHUI MUSUH. KOMODOR YOS SUDARSO YANG BERADA DI RI MATJAN TUTUL MEMERINTAHKAN KAPAL UNTUK MAJU MENYONGSONG KEDATANGAN KAPAL-KAPAL BELANDA TERSEBUT. MANUVER INI UNTUK MENGALIHKAN PERHATIAN AGAR SERANGAN MUSUH TERTUJU PADA RI MATJAN TUTUL. TEMBAKAN-TEMBAKAN MERIAM KAPAL BELANDA MENGENAI ANJUNGAN KAPAL CEPAT TORPEDO ANGKATAN LAUT ITU.  DALAM SITUASI YANG SANGAT GENTING INI, KOMODOR YOS SUDARSO TETAP  GIGIH BERTEMPUR  DENGAN MENGUMANDANGKAN SERUAN  “KOBARKAN TERUS SEMANGAT PERTEMPURAN” MELALUI RADIO TELEFONI. RI MATJAN TUTUL TENGGELAM DAN KOMODOR YOS SUDARSO GUGUR SECARA GENTLE AND BRAVE DALAM PERTEMPURAN TERSEBUT SEBAGAI KUSUMA BANGSA.

PERISTIWA-PERISTIWA PERTEMPURAN LAUT YANG BERPUNCAK PADA PERTEMPURAN LAUT ARU TANGGAL 15 JANUARI 1962 SELANJUTNYA  DIPERINGATI SEBAGAI HARI DHARMA SAMUDERA UNTUK MENGENANG KEPAHLAWANAN DAN PENGORBANAN PARA PATRIOT DALAM BERBAGAI PERTEMPURAN LAUT DEMI MEMBELA KEHORMATAN DAN HARGA DIRI BANGSA.


MABES TNI   TNI AL   TNI AU   TNI AD

Copyright © Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut

Komplek Militer Cilangkap, Cilangkap, Cipayung, Kota Jakarta Timur
Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13870

Kontak Kami:
Email. dispenal@tnial.mil.id
Telp. (021) 8723308
Hp. +6281382556085
Fax. (021) 8710628